Green for World

GREEN FOR WORLD

Empowering Environmental Awareness for a Greener Tomorrow

Learn More
img_6a0c1e95826752.09195332.png

Quick Overview

Pengalaman Sukses Perdagangan Karbon di Industri Pulp dan Kertas

Written by L. Indriati (Environmentalist; Pulp and Paper Professional) on May 19, 2026

Salah satu contoh global terbaik dari perdagangan karbon yang sukses di industri pulp dan kertas adalah implementasi inisiatif rendah karbon dan terkait kredit karbon oleh UPM-Kymmene Corporation di Finlandia dan Stora Enso di Swedia dan Finlandia. Perusahaan-perusahaan ini secara luas diakui karena mengintegrasikan kehutanan berkelanjutan, energi terbarukan, dan strategi pengurangan karbon ke dalam model bisnis mereka sambil berpartisipasi dalam pasar karbon dan sistem perdagangan emisi.

1. UPM-Kymmene Corporation (Finlandia)

UPM adalah salah satu produsen pulp dan kertas terbesar di Eropa dan peserta dalam Sistem Perdagangan Emisi Uni Eropa (EU ETS), pasar karbon kepatuhan terbesar di dunia. Perusahaan ini secara signifikan mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mengganti bahan bakar fosil dengan energi biomassa terbarukan dan berinvestasi di pabrik pulp yang hemat energi.

Faktor keberhasilan utama adalah penggunaan hutan yang dikelola secara berkelanjutan oleh UPM sebagai penyerap karbon. Hutan menyerap karbon dioksida dari atmosfer, dan praktik kehutanan berkelanjutan membantu mempertahankan penyimpanan karbon jangka panjang sambil memasok bahan baku untuk produksi pulp. UPM juga mengembangkan biofuel dan produk bio rendah emisi, menciptakan peluang pengurangan karbon tambahan.

Melalui partisipasi dalam EU ETS, UPM dapat mengelola alokasi karbon secara efisien. Dengan menurunkan emisi di bawah batas peraturan, perusahaan mengurangi biaya kepatuhan dan memperkuat reputasi keberlanjutannya di pasar global. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana dekarbonisasi industri dan profitabilitas dapat berjalan bersama.

2. Stora Enso (Swedia–Finlandia)

Contoh terkemuka lainnya adalah Stora Enso, yang mengubah banyak pabrik pulpnya menjadi biorefinery rendah karbon. Perusahaan mengganti bahan bakar fosil dengan energi berbasis biomassa dan berinvestasi dalam teknologi penangkapan karbon. Di pabrik pulp Skutskär di Swedia, Stora Enso meluncurkan salah satu proyek percontohan penangkapan karbon pertama di dunia yang terintegrasi ke dalam produksi pulp.

Fasilitas Skutskär sudah beroperasi menggunakan 100% energi biomassa, dan sistem penangkapan karbon menangkap emisi CO? biogenik dari produksi pulp. Proyek ini penting karena karbon biogenik yang ditangkap berpotensi menghasilkan kredit penghapusan karbon di pasar karbon sukarela.

Selain itu, Stora Enso berinvestasi dalam teknologi ekstraksi lignin yang menggantikan penggunaan gas alam di pabrik pulp, sehingga secara signifikan mengurangi emisi karbon. Inovasi ini membantu perusahaan bergerak menuju proses produksi yang negatif karbon sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari produk rendah karbon.

3. Suzano (Brasil)

Di Amerika Selatan, Suzano telah menjadi contoh utama transformasi rendah karbon di sektor pulp dan kertas. Perusahaan menerapkan sistem gasifikasi biomassa yang menggantikan bahan bakar minyak fosil di tungku kapur dengan syngas terbarukan dari residu biomassa. Inisiatif ini dilaporkan mencapai pengurangan emisi CO? sebesar 97% dari operasi tungku.

Suzano juga mengembangkan produk pulp netral karbon dan memperluas perkebunan hutan kayu putih berkelanjutan yang berfungsi sebagai penyerap karbon. Inisiatif keberlanjutan perusahaan memperkuat partisipasinya dalam pembiayaan terkait karbon dan aktivitas pasar karbon sukarela.

4. Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas (Indonesia)

Dukungan APP untuk proyek restorasi lahan gambut dan pengelolaan hutan berkelanjutan di Sumatra dan Kalimantan. Penerapan Kebijakan Konservasi Hutan (FCP) pada tahun 2013, mewajibkan perusahaan untuk mengakhiri penebangan hutan alami dalam rantai pasokannya dan meningkatkan upaya konservasi.

APP juga berinvestasi dalam energi biomassa terbarukan dan peningkatan efisiensi energi di pabrik pulpnya melalui penggunaan residu biomassa seperti lindi hitam dan limbah kayu sebagai sumber energi terbarukan. Hal ini mengurangi emisi karbon operasional dan meningkatkan efisiensi energi, membantu perusahaan menurunkan intensitas karbon per ton kertas yang diproduksi.

Tinggalkan Komentar

Komentar

0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Footer Gradient Example