Green for World

GREEN FOR WORLD

Empowering Environmental Awareness for a Greener Tomorrow

Learn More
img_6a16c25087e032.54284821.png

Quick Overview

Pembuatan dan Penggunaan Cairan Eco-enzim di Rumah

Written by Ike Rostika (Environmentalist) on May 27, 2026

Untuk membuat enzim ramah lingkungan atau eco-enzim di rumah, Anda cukup mempersiapkan tiga bahan, yaitu gula (gula merah/gula aren/molase), sampah kulit buah atau sisa sayuran, dan air bersih. Campurkan ketiga bahan tersebut dengan perbandingan 1:3:10. Contohnya 100 gram gula, 300 gram sampah buah atau sayuran, dan 1.000 mililiter air bersih. Selanjutnya siapkan wadah plastik bertutup seperti toples, botol bekas atau gallon air mineral. Masukkan air dan gula kedalam wadah plastik dan aduk hingga tercampur rata. Potong-potong kecil kulit buah dan sisa sayuran lalu masukkan kedalam wadah dan tambahkan kulit jeruk atau daun pandan agar cairan beraroma segar. Pastikan untuk menyisakan ruang udara untuk gas yang dihasilkan dari proses fermentasi; kemudian tutup rapat wadah tersebut. Simpan wadah di dalam ruangan; suhu ideal sekitar 25-30 oC. Biarkan cairan selama tiga bulan, sesekali kendurkan tutup wadah untuk mengurangi tekanan udara di dalamnya dan lakukan pengadukan. Setelah proses fermentasi selesai, saring cairan berwarna coklat dan berbau asam yang merupakan eco-enzim, dan keringkan ampasnya untuk dicampur dengan tanah sebagai sumber nutrisi.

Dalam membuat eco-enzim secara rutin di rumah, dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesiapan bahan organik yang setiap harinya belum tentu cukup secara jumlah atau jenis campuran sesuai dengan komposisi yang kita inginkan. Sebagai contoh pada pembuatan eco-enzim menggunakan 5 liter air, masukkan 500 gram gula atau molase kedalam 5 liter air bersih dan aduk rata. Sampah organik yang sudah tersedia ditimbang dan dicatat beratnya, kemudian dimasukkan kedalam wadah berisi gula dan air tadi. Lakukan hal yang sama pada hari berikutnya sampai jumlah sampah organik mencapai 1.500 gram, kemudian buat label yang berisi tanggal mulai dan tanggal selesai proses fermentasi. Jenis sampah organik yang dapat dibuat eco-enzim diantaranya adalah kulit dari buah  jeruk, nenas, pisang, melon, semangka, jambu, apel, pir, rambutan dan kulit buah lainnya yang tidak keras seperti salak atau durian. Mencatat komposisi jenis sampah akan memperoleh pengetahuan mengenai wangi dan sifat eco-enzim yang dihasilkan. Bahan sampah organik harus segar, bersih, tidak busuk, dan bukan yang sudah dimasak. Perlu diperhatikan bau yang muncul saat proses pembuatan eco-enzim harus bau buah, jika muncul bau tidak sedap maka pembuatan eco-enzim tidak dapat dilanjutkan. Menculnya bau tidak sedap karena proses fermentasi tidak berlanjut yang disebabkan oleh bahan tidak bersih atau ada yang busuk.

Ezo-enzim bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari untuk kelestarian lingkungan dan kesehatan manusia. Contoh penggunaan eco-enzim dalam kehidupan sehari-hari di rumah tangga adalah sebagai berikut.

Pupuk Organik

Cairan, bubur padat dan ampas dari proses eco-enzim dapat digunakan sebagai pupuk organik yang memberikan nutrisi esensial bagi pertumbuhan tanaman. Untuk penggunaannya campurkan 50 mililiter eco-cenzim dengan 5 liter air dan siramkan pada tanaman. Jangan menggunakan cairan eco-enzim tanpa pengenceran karena cairan asli bersifat asam yang dapat merusak akar tanaman dan menghambat pertumbuhannya.

Pestisida Alami

Cairan eco-enzim bersifat asam dan mengandung mikroorganisme, sehingga dapat digunakan sebagai pengendali hama atau pestisida alami. Cara penggunaannya: campurkan 10 mililiter cairan enzim dengan 500 mililiter air, masukkan kedalam botol semprot dan kocok sampai rata.

Cairan Pembersih Perabot Rumah Tangga

Cairan eco-enzim dapat digunakan sebagai pembersih alami berbagai permukaan seperti lantai, meja, lemari dan toliet. Dengan perbandingan 1:1 (misalkan 100 mililiter eco-enzim dengan 100 mililiter air), masukkan kedalam botol kemudian kocok hingga rata dan cairan siap untuk digunakan sebagai pembersih.

Cairan pengkondisi dan multifungsi 

Cairan eco-enzim sekitar 1:1.000, dapat digunakan sebagai penjernih kolam, dan menyehatkan ikan, menghilangkan bau pada tumpukan sampah dan membantu proses pengomposan.

Tinggalkan Komentar

Komentar

0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Footer Gradient Example